Latihan Praktek Prayudha Taruna AAL Tingkat II: Membangun Kekuatan dan Ketangguhan Korps Marinir

Nasional10 Dilihat

MALANG–ATARAKYA.ID

Malang, (7/12/2023) – Kepala Departemen Marinir Akademi TNI Angkatan Laut (Kadepmar AAL), Kolonel Marinir Rana Karyana selaku Pimpinan latihan (Pimlat), mewakili Gubernur AAL Laksda TNI Supardi, meninjau latihan dan praktek (Lattek) Prayudha Taruna Tingkat II Korps Marinir Angkatan ke-71 di Puslatpur Marinir 4 Purboyo, Malang Selatan, Jawa Timur, Senin (04/11).

Adapun tujuan Lattek Prayudha ini adalah untuk mengasah serta meningkatkan naluri tempur Taruna AAL Korps Marinir, serta untuk melatih manuver perorangan tingkat regu hubungan peleton dimana setiap Taruna harus mengetahui fungsi dan peran masing-masing mulai tingkat kelompok, regu, dan peleton yang dipimpinnya.

Lattek Prayudha yang dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 24 November sampai dengan 05 Desember 2023 ini juga didukung Pasukan pendukung dari Yonif – 1 Marinir dan Brigif 2 Marinir, Gedangan Sidoarjo. Lattek tersebut diawali dengan materi latihan menembak lanjutan antara lain Tembak Tepat Ofensif (TTO), Tembak Tepat Difensif (TTD), Tembak Tempur Malam (TTM), Tembak cepat Lorong dan Jarak, navigasi darat melaksanakan latihan Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP), serta materi menembak Sniper dengan menggunakan senjata AW dan Streyer, menembak Senjata Otomatis (SO) menggunakan senjata General Purpose Gun (GPMG) kaliber 7,62 mm dan FN Minimi kemudian dilanjutkan melaksanakan Taktik operasi darat (Tikopsrat).

Pada pelaksanaan Operasi darat (Opsrat) materi latihan yang dilatihkan adalah Gerakan Maju untuk Kontak (GMUK), serangan, pertahanan, dan dinamika dalam pertahanan yang meliputi patroli intai tempur, Patroli penyelidik, raid dilanjutkan dengan operasi pemindahan kebelakang.

Dalam kunjungannya, Kadepmar memberikan arahan kepada para Taruna AAL Tingkat II Korps Marinir agar, “Laksanakan latihan dengan serius dan semangat, tetap belajar dan berlatih, ikuti semua instruksi pelatih, Taruna yang menjabat Danton, Danru, dan Kepala Kelompok harus benar-benar mengerti tugas masing-masing sesuai dengan tugas dan jabatannya serta dapat memanuverkan anggotanya, dalam pelaksanaan latihan tetap utamakan faktor keamanan personil dan material,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *