Proyek Jalan Poros Desa Jagaraksa  Diduga tidak sesuai Spek, Diharapkan Inspektorat Segera Turun

Advetorial110 Dilihat

BANTEN – ATARAKYAT.ID

Lebak, – Proyek Pembangunan Jalan Poros Desa jenis Hotmix Kp.Cilunglum Menuju Warung Pojok Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak Provinsi Banten diduga tidak sesuai Spek, Sabtu 19-04-24.

Pasalnya baru beberapa hari sudah ada kerusakan, dan itu sangat memprihatinkan, karena anggaran yang digunakan cukup besar, dan yang pasti menggunakan uang negara atau uang rakyat.

Dn. warga setempat mengatakan,”Jalan desa tersebut baru saja selesai, namun jalan terlihat sudah rusak dan pecah-pecah, iapun menduga dalam proyek jalan itu akibat tidak adanya pengerasan terlebih dahulu, sehingga jalan bergelombang dan pecah – pecah.” Ungkapnya.

Selain itu juga diduga bahan material dan tidak sesuai Spek, serta kurang berkualitas juga menjadi penyebab pengerjaan jalan kurang maksimal sehingga dinilai tidak akan bertahan lama.” tuturnya.

“Padahal jika dilihat dari Anggarannya itu Cukup besar, seharusnya dalam pengerjaan Jalan tersebut harus lebih maksimal guna bertahan lama,” tambahnya.

Sementara, sumber lain salah satu anggota BPD setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa,” Pembangunan jalan tersebut pada saat Musyarawah Desa harusnya Jalan tersebut dibangunkan ke Jalan Kampung Karang, namun entah kenapa malah dibangunkan ke jalan arah Cilunglum.” ungkapnya.

Sebagai Informasi, Berdasarkan data yang diperoleh awak media, pagu Anggaran dana Desa Jagaraksa Tahun 2024 sebesar ; Rp.995.590.000,- Penyaluran untuk tahap 1 diterima : 31 Maret 2024 sebesar Rp 455.236.000

Berdasarkan data diatas anggaran Dana Desa tahap 1 yang dialokasikan untuk pembangunan Jalan Desa (Hotmix) Sebesar Rp.228.585.800,- Sementara berdasarkan Papan informasi di Lokasi Pengerjaan tertera informasi sebagai berikut : Volume 892× 2.5 M, Sumber Dana : Anggarana Dana Desa Sebesar Rp. 406.480.000,-.

Mengingat anggaran yang dialokasikan tidak sedikit, Warga setempat berharap agar pemerintah desa serius menangani permasalahan ini dan tidak hanya berhenti pada pengerjaan saat ini. Mereka menginginkan solusi konkret agar jalan poros desa bisa benar-benar berkualitas dan digunakan tahan lama dengan aman dan nyaman.

Dan situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, agar hasil yang diperoleh berkualitas dan maksimal sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara saat dikonfirmasi melalui Whatsaap, Wahid, Kepala Desa Jagaraksa belum dapat dihubungi.

Selanjutnya, Sekdes Jagaraksa saat dimintai tanggapannya mengatakan, Untuk pembangunan (fisik) ada tim TPK,”Setahu saya, Proses satu sudah dibangun, proses dua sudah di sertifikasi oleh pihak-pihak terkait. Saya pribadi, tidak bisa memberi tanggapan apapun mengenai pembangunan.” Jelasnya

Lebih Lanjut TPK Desa Jagaraksa, Saepul saat dihubungi melalui pesan Whatsaap belum memberikan tanggapan terkait Proyek Jalan tersebut. Pesan WhatsApp Awak Media hanya dibaca saja.

Pihak desa tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan,”dan saya akan melaporkan kepada dinas Inspektorat agar hasil pekerjaannya bisa diperiksa, karena uang tersebut merupakan uang rakyat yang harus kita jaga bersama-sama,” pungkas Dn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *