Keluarga Batak banten Bersatu (BBB) Sowan ke Ulama kharismatik Abuya Muhtadi Pasca Pengeroyokan Oknum Bank Keliling

Advetorial151 Dilihat

BANTEN – ATARAKYAT.ID

Pandeglang – Pasca viral video pengeroyokan terhadap seorang ustadz Muhyi asal Pandeglang, oleh sekelompok bank keliling di Serang Banten,

Keluarga Batak banten Bersatu (BBB) sowan ke Ulama kharismatik asal Pandeglang Abuya Muhtadi di Kampung Cidahu.

Dari pantauan awak media lokasi, Ulama kharismatik Abuya Muhtadi tampak disematkan kain Ulos Batak sebagai simbol doa dan ikatan cinta serta sebagai tanda persahabatan dan persaudaraan.

Pendeta Praeses HKBP Distrik XXI Provinsi Banten Juniaster Hutauruk menyampaikan, bahwa pihaknya dalam kedatangannya ini sowan kepada Abuya Muhtadi lebih kepada mempererat silaturahmi.

“Karena pada bulan Ramadan ini masih bisa ketemu, ya saling bertukar masukan dengan kejadian kemarin yang sempat viral di media sosial (Medsos) maupun di media massa,” ungkapnya, Jumat 5 April 2024.

Dikatakannya, setelah bersilaturahmi dengan Abuya Muhtadi, mereka mengaku terharu karena Abuya Muhtadi ialah sosok orang yang pendamai.

“Abuya ini orangnya pendamai juga penyejuk dan tidak mau mengingat-ingat hal-hal yang meresahkan, jadi Pandeglang ini sejuk dengan tausyiah yang beliau sampaikan, kami disambut baik dengan hati yang sejuk dengan penuh kasih,” katanya.

Ia melanjutkan, suku Batak dan suku Banten harapan kedepannya agar tetap selalu bekerjasama dengan baik menjaga satu kesatuan.

“Tetap menjaga satu kesatuan jangan ada perpecahan, tetap satu kesatuan untuk membangun NKRI,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Abuya Muhtadi, H. Lili menyampaikan ia mengucapkan terimakasih kepada para tokoh agama maupun dari komunitas keluarga Batak atas kedatangannya tersebut.

“Saya dari pihak Abuya berharap mereka dari pihak kerohaniawannya dari tokoh agamanya agar bisa memberikan edukasi kepada orang pendatang atau perantau seperti orang batak, khususnya oknum bank keliling yang kemarin terjadi agar bisa diarahkan dengan baik,” katanya.

Lanjutnya, karena yang bisa membuat baik atau buruknya orang-orang Batak ini hanya dari gurunya atau pimpinan komunitasnya yang bisa mengarahkan sehingga hal itu tak terjadi kembali.

“Kami ini dari kasepuhan Pandeglang hanya bisa mengingatkan agar aktivitas yang dilakukan berada di Pandeglang itu tidak arogan serta tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran,” tuturnya.

Ia menjelaskan, bahwa apa yang disampaikan oleh Abuya Muhtadi, beliau tetap menjunjung tinggi toleransi antar suku maupun umat beragama.

“Karena mau diapakan bangsa kita Banten ini kalau misalkan sampe terjadi kerusuhan, harapan Abuya tetap bersatu menjunjung toleransi dalam koridor NKRI,” jelasnya. (Yu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *