Darurat Judi Togel di Kabupaten Lebak Meresahkan Masyarakat, Ironisnya Instansi Terkait Terkesan Tutup Mata

oleh

BANTEN – ATARAKYAT.ID

LEBAK – Judi Toto Gelap (TOGEL) di kabupaten Lebak marak ke semua pelosok, dari gang-gang, kampung-kampung sangat meresahkan kaum bawah, terutama kaum ibu yang sangat khawatir atas merajalelanya Togel tersebut, dan ironisnya Para pejabat dan instansi terkait terkesan tidak merasa sebagai penyakit masyarakat yang lebih patal dari virus Corona dan diduga melegalkan atau tutup mata akan judi togel tersebut. (19/03/24)

Selain meresahkan masyarakat, aktivitas judi togel ini merusak generasi muda, pasalnya dari coba-coba jadi kecanduan dan secara tidak sadar terbuai dengan hadiah yang menggiurkan, padahal sesungguhnya mereka dibuat bodoh, aktivitas yang tersembunyi tetapi terlihat dibeberapa titik kota Rangkasbitung membuat tim investigasi Media Kabardaerah.Com terenyuh akan fenomena ini.

Parahnya lagi, diduga ada bandar togel besar di kabupaten Lebak yang tidak tersentuh aparat penegak hukum atau berwenang, sementara undang-undang sudah jelas terkait pasal perjudian, sementara diatur dalam KUHP.

Pasal 303 Ayat (1) KUHP, berbunyi :

1.. Diancam dengan kurungan penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak 10 juta.

Barang siapa menggunakan kesempatan untuk judi utama, yang diadakan dengan melanggar peraturan pasal 303, dan barangsiapa ikut serta permainan judi yang diadakan di jalan umum atau dipinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki khalayak umum.

Salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, mengatakan,” perjudian togel ini harus segera diberantas karena sangat merusak masyarakat dan generasi muda, karena dapat terlihat jelas oleh anak-anak yang merupakan generasi masa depan dan penerus bangsa.

Menurut Dia, jika aparat sudah tak lagi menindak oknum-oknum ini bisa disimpulkan dan diduga bahwa togel ini terstruktur.

“Diharapkan APH memberantas judi togel yang sudah sangat meresahkan masyakat perlu tindakan serius dan tegas dalam penganannya,” tegasnya. (Red)