Ricuh Aksi Didepan kantor Desa mekar jaya Baksel antara pendemo dengan kepala Desa mekar jaya saling tunjuk jari lurus

Berita95 Dilihat

LEBAK–ATARAKYAT.ID

Lebak–Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh masyarakat Mekarjaya sempet Ricuh tuding menuding antara pendemo dengan kepala Desa mekar jaya Lebak selatan pada hari kamis 1 Febuari 2024

Masyrakat mekar jaya menuntut kepala Desa mekar jaya meminta agar segera di proses oleh Kejari Lebak atas dasar dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan jalan rambat beton dan jembatan batuan dari provisi 50 juta dan Dana Desa 90 juta pada tahun yang lalu ujarnya pendemo

,, Lebih Lanjut pendemo terus mengoreksi terkait adanya dugaan pungli pembuatan surat sertifikat PTSL kurang lebih 3000 tiga ribu surat setifikat di desa mekar jaya satu surat ditebus 250.000 Dua Ratus lima puluh Ribu Rupiah persatu surat setifikat menurut muroh pendemo ada Ratusan juga yang belum jadi surat setifikat PTSL semetara uang sudah masuk DP sebesar Rp 150.000 seratus lima puluh Ribu Rupiah

Kepala Desa mekar jaya langsung menjawab pendemo tersebut atas pertanya.an pertanya.an berikut ini
Iya memang betul ada beberapa surat setifikat yang belum jadi karena ada kendala pada saat itu dan yang sudah jadi itu langsung disalurkan oleh pihak BPN kab Lebak saya tidak tau urusan ini itu nya karena ada penyelengra saat itu ujar kepala Desa mekar jaya insial S D

Dan saya juga bukan anti kritik tidak melarang juga rekan rekan aksi kerna itu hak rekan rekan baik aktivis atau masyarakat sekali pun itu hak nya namun saya rasa ini ada sebuah ke anehan saja kenapa sampai ada aksi juga di Desa kan rekan rekan sudah melaporkan saya kepada Kejari Lebak dan sekarang juga masih berjalan prosesnya di Kejari Lebak .

Kalu seperti ini saya rasa akan mengudang peperangan yang tidak bersalah juga akan ikut campur dalam urusan ini hingga bisa dikatakan pemicu ungkap kepala Desa kepda semua orang yang menyaksikan di kantor Desa.

( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *