Masyarakat Kampung Binong Bangun Jalan Poros Desa Secara Swadaya

Advetorial1 Dilihat

BANTEN – ATARAKYAT.ID

Lebak – Sungguh ironis, Masyarakat Kampung Binong ┬áDesa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak membangun jalan poros desa, yakni Jalan poros desa Citeras dan desa nameng, lebih tepatnya di Kampung Binong RT 002/004, desa Citeras, kecamatan Rangkasbitung, kebupaten Lebak, Banten dengan cara Swadaya masyarakat menggunakan biaya hasil iuran Masyarakat. (23/08/2023)

Sepuluh tahun lebih Masyarakat kampung Binong menunggu kebijakan Mamad Madrai selaku Kepala Desa Citeras untuk membangun jalan poros Desa tersebut.

Saat di temui Awak media Muhammad Arsad, tokoh masyarakat Kampung Binong mengeluhkan, kami Masyarakat Kampung Binong ini merasa di anak tirikan oleh Pemerintah Kabupaten maupun Desa, karena selama 10 (sepuluh tahun) menunggu perhatian dan kebijakan Pemerintah tidak kunjung kami terima ucapnya

“Membangun jalan poros Desa ini, kami menggunakan dana sosial hasil dari iuran warga setiap minggunya, setelah terkumpul baru kami gunakan untuk membangun jalan ini,” ucap Muhammad Arsad, selaku toko masyarakat di Kampung Binong

Dengan kekompakan Masyarakat untuk membangun jalan poros desa bukan peria saja yang mengrjakannya hingga ibu-ibupun ikut membantu pengecoran jalan dan juga para anak-anak remaja ikut membantu pengecoran jalan.

Bukan karena kami selaku Warga Masyarakat merasa mampu untuk membiayai pembangunan jalan poros Desa ini, namun kami merasa kesal terhadap pemerintah Desa Citeras yang tidak ada perhatiannya sama sekali kepada kami sebagai Masyarakatnya di Kampung Binong

“Hal ini bentuk kekesalan Masyarakat atau puncak kesabaran kami hingga kami membangun jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, setepat atau daerah,” keluh Muhammad Arsad dengan nada kesal.

Berkat animo Masyarakat yang kuat, dan didukung oleh para donatur yang menyumbang, untuk pembangunan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan kini jalan poros Desapun berhasil dibangun Masyarakat walau hanya mengandalkan dari sumbangan dan kekompakan Masyarakat, sekitar

“Alhamdulillah, berkat lobi sana dan lobi sini banyak donatur yang nyumbang, sumbangan itu bukan berbentuk uang, melainkan material yang kami terima,” terangnya.

“Yang punya pasir, ya nyumbang pasir, yang punya split (batu kecil untuk ngecor) ya ngasih split, yang punya semen, ya nyumbang semen, semua itu berkat kerja keras para Warga Masyarakat yang betul-betul ingin membangun jalan,” imbuhnya

Kalau mengandalkan dari pemerintah desa, sambung dia, mau kapan dibangunnya? Kami sudah melakukan beberapa kali musyawarah dengan pihak aparat Desa, namun hasilnya selalu nihil sampai sepuluh tahun ini tidak ada realisasinya.

“Sudah dua periode Jaro (sebutan ke kepala desa) Mamad Madrai menjabat, namun tidak ada kebijakan yang diterima oleh warga kampung Binong tentang pembangunan jalan,”

Ditambahkan Pepen Supenti, kami sudah melakukan pendekatan dengan pihak Desa, kami meminta untuk dibangun jalan ke kampung Binong ini, tapi jawabannya tidak ada anggarannya

“Saya bangga (kata sindiran), karena sudah sepuluh tahun lebih tidak ada pembangunan jalan disini, kami sudah mengusahakan ke pihak Desa untuk di musrenbangkan, tapi tetap tidak bisa,” tutur Pepen Supenti yang biasa disapa Penti.

Ketidak bersediaan pihak desa untuk membangun jalan ke kampung kami ini, lanjut Penti, alasannya menyalahi aturan jika pembangunan jalan kampung Binong ini dibangun pakai dana desa.

“Sudah berbagai usaha kami tempuh, meminta pihak pemerintah untuk membangun jalan ini, namun selalu dijawab, kebentur aturan, aturan, dan aturan,” keluh Penti selaku Masyarakat kampung Binong,” ujarya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *