Diduga Guru – Guru SDN 1 Ciminyak Intimidasi Narasumber Soal Kartu PIP, APH Diminta Segera Turun Tangan

Advetorial2 Dilihat

BANTEN – ATARAKYAT.ID

Lebak – Diduga guru-guru SDN 1 Ciminyak intimidasi narasumber soal kartu Indonesia pintar (KIP), pasalnya inisial (I) setelah pulang antar anak dari sekolah SDN 1 ciminyak menangis dan menurut pengakuan inisial (I) saya ditegur oleh guru-guru dicaci-maki.(20/7/2023)

” Jadi saya mohon kepada awak media jangan diberitakan lagi, soalnya ini bicara hukum terangnya. Saya khawatir terjadi apa-apa nanti, karena anak saya yang satu baru saja masuk di sekolah SDN 1 Ciminyak,” ungkapnya.

Oknum guru dihubungi oleh awak media melalui via WhatsApp soal intimidasi kepada narasumber menjawab,” iya tadi saya tegur karena tidak mau menyikapi persolan sebelah pihak,” tuturnya.

Padahal awak media sudah menghubungi antara kedua belah pihak narasumber, yaknk pihak kepala sekolah dan guru – guru yang lainnya, namun sangat disayangkan pihak guru-guru SDN 1 seperti menantang dengan nada tinggi, seperti anti keritik dan tidak mau diberitakan soal dugaan kasus Kartu Indonesia Pintar yang sudah sejak lama disimpan di sekolah SDN1 Ciminyak.

Narasumber sempat cekcok menyalahkan wartawan yang sudah mempublikasikan persolan yang terjadi di SDN 1 Ciminyak disaksikan oleh anggota NHB naga harapan bangsa Idan dan anggota ormas BBP badak banten perjuangan DPAC kecamatan Muncang, tiba tiba narasumber langsung bergegas temui wartawan setelah pulang dari sekolah SDN1 ciminyak merasa dirinya di intimidasi oleh oknum guru guru Narasumber merasa tidak nyaman pungkasnya

Siswa yang terdaftar sebagai penerima parogram KIP kartu Indonesia pintar ada 46 siswa total dana sebesar Rp 16.875.000 namun uang tersebut bantuan dari pemerintah pusat untuk siswa siswi yang sedang belajar diduga di gelapkan oleh Oknum guru guru yang tidak bertanggung jawab.

Di tempat terpisah Rasim warga Baduy meminta kepada Dinas pendidikan agar secepatnya mengindahkan persolan di SDN 1 Ciminyak, kecamatan Muncang kab. Lebak, Banten dan jika pihak terkait tidak mengindahkan, maka saya sendiri warga Baduy yang akan melaporkan terkait dugaan penggelapan KIP kartu Indonesia pintar di sekolah SDN 1 ciminyak, agar bertanggung jawab dihadapan Hukum. (Dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *